Saturday, April 17, 2021

Siasat Menyiapkan Karir 


D

I

S

U

S

U

N

OLEH :

                NAMA         : NITA HELMAWATI

 NIM             : 20.12.1515

  KELAS       : 20.S1SI-02 


UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

FAKULTAS ILMU KOMPUTER 

S1 - SISTEM INFORMASI 

2021



Siasat Menyiapkan Karir 

Kehidupan kita tidak terlepas untuk punya penghasilan yang mapan dan berkecukupan. Kehidupan yang berkecukupan menjadi dambaan kita semua.

Hidup sejahtera tentunya akan terselengara jika kita sudah memiliki “mesin penghasil uang”, yang sebagian didapat dengan pemilihan bidang pekerjaan/bisnis yang tepat yang mampu menghasilkan pendapatan yang bagus dan prospektif. Jadi kita perlu mempersiapkan karir secara lebih baik dan matang.

Bagaimana kemudian kita menyiapkan diri agar perjalanan karir berjalan sesuai harapan?

Berikut beberapa kiat yang dapat saya berbagi pada teman-teman:

Miliki Impian yang Dahsyat

Hampir semua pimpinan organisasi dan pimpinan negara yang terkenal punya impian-impian yang dahsyad.

Masih ingat dibenak kita bagaimana Presiden Sukarno selalu menggaungkan perlunya bangsa Indonesia bekerja keras untuk mencapai tujuan “Masyarakat Indonesia yang Adil dan Makmur”. Dengan tekad ini masyarakat Indonesia bisa bersatu dan sepakat melakukan pembangunan secara berkelanjutan.

Kemudian Presiden John F. Kennedy dengan Impian hebatnya untuk “Mengirim manusia menginjakkan kakinya di Bulan” berhasil menyatukan tekad teknokrat Amerika merekayasa dan mengirimkan pesawat Apollo ke bulan.

Dengan mimpi yang besar kita memiliki semangat yang kuat untuk bekerja keras dan berusaha mencapai target-target antara — sebagai syarat meraih mimpi atau keinginan masa depan yang akan dituju.

Sebagai contoh, saya dahulu bekerja keras mendapatkan ijasah ijasah S1 sekaligus mengejar keterbelakangan penguasaan bahasa Inggris. Semua itu saya lakukan semata-mata karena saya ingin “Pergi Melihat Amerika Serikat Secara Gratis”. Dengan memilih FEUI sebagai jalur karir awal, saya punya kesempatan besar diterima di Universitas Amerika Serikat. Dan Alhamdulillah saya bisa pergi tinggal di Amerika Serikat selama 8 tahun, dengan pendanaan fellowship bersaing.

Kuasai Ketrampilan Terkini


    Menurut temuan satu riset yang berlaku juga di Indonesia, ada sekitar 96% Pengelola Perguruan Tinggi meyakini bahwa lembaga pendidikan mereka punya kemampuan dalam menyiapkan mahasiswanya untuk bisa segera bekerja. Tetapi anehnya hanya ada sekitar 11% Pimpinan Bisnis yang setuju bahwa lulusan Perguruan Tinggi memiliki ketrampilan dan kemampuan mengelola pekerjaan yang dituntut oleh perusahaan mereka.

    Hal ini tidak aneh karena bidang tugas/pekerjaan yang ada di dunia nyata biasanya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi perusahaan. Sementara kurikulum pengajaran di Perguruan tinggi tidak bisa dirubah dengan cepat dan sesering mungkin mengikuti pola perubahan permintaan dari calon pekerja lulusannya.

    Menyikapi kondisi ini saya sarankan Anda bisa menutup kekurangan dengan menguasai ketrampilan terpakai sesuai dengan perubahan zaman. Persisnya kita perlu belajar secara mandiri mencari informasi paling terbaru dan mau berpikir mencari hal-hal yang kreatif.

    Berpikir secara kreatif , mampu berkolaborasi dan melakukan komunikasi dengan baik merupakan syarat utama agar kita siap menjemput tantangan. Ketrampilan khusus yang unik ini bisa dipupuk antara lain dari bidang kegiatan sehari-hari yang merupakan passion/hobby Anda. Ketrampilan ini akan semakin terasah jika dikembangkan dari talenta atau kemahiran atas bidang yang bisa Anda tonjolkan dan kolaborasikan pada pihak ketiga.

    Kita perlu menguasai ketrampilan pengolahan data digital, pengetahuan software aplikasi dan mengikuti perubahan teknologi digital.

    Ikuti traning atau seminar dalam tehnik berkomunikasi, kemahiran berbahasa asing, penguasaan aspek leadership, membangun teamwork, memanaje data statistik dan data digital, branding melalui media sosial, serta tehnik2 terbaru sesuai bidangnya masing-masing.

Kuasai Pengetahuan Hard Skill Sesuai Bidangnya


    Kemampuan hardskill yang mencakup wawasan pohon ilmu tertentu, tentunya akan memuluskan perjalanan karir Anda ke depan.

    Namun saya tidak mengatakan bahwa Anda perlu memilih bidang pengetahuan yang sedang naik daun. Semua bidang pengetahuan tentunya mempunyai kelebihan dan manfaatnya masing-masing. Tinggal sejauh mana kita mampu menguasai dan mendalami pegetahuan tersebut. Kita harus mampu memutahirkan ilmu tersebut dengan aplikasi di praktek dan kondisi terkini.

    Ambil contoh, pengetahuan tentang manajemen perusahaan saya perkuat saat bekerja sebagai konsultan di Lembaga Management. Saya diasah untuk mampu memberikan alternatif menghadapi permasalahan bisnis, membuat keputusan yang rasional dan membina teamwork yang tangguh. Ketrampian inilah yang kemudian banyak mensupport perjalanan karir saya. Saya juga terlatih untuk memiliki budaya kerja yang kuat dan menjaga etika kerja yang professional.

Miliki Komitmen dan Ulet dalam Bekerja
    Jika kita amati bagaimana pemilik bisnis dan pejabat eksekutif papan atas bisa meraih posisi karir puncaknya, hampir semua ternyata memiliki komitmen yang tinggi dalam menggeluti pekerjaan mereka sehari-harinya. Mereka merupakan sosok pimpinan yang bisa memotivasi team kerjanya, membangun etos kerja keras di organisasi dan mampu menyelesaikan semua hambatan dan permasalahan kritis yang dihadapi.

    Menurut pengalaman saya, sukses dalam meraih mimpi akan semakin mudah jika dibekali oleh komitmen yang kuat, disamping dukungan bakat, ketrampilan serta mau untuk bekerja keras . Dengan berkomitmen pada diri sendiri — kita berikrar menyatakan akan tetap loyal pada apa yang kita kerjakan dan kegiatan-kegiatan yang menjadi prioritas kedepan. Dalam hal ini, komitmen yang mengarah pada perubahan (commitment to change) biasanya lebih mempunyai daya dorong dan memberikan motivasi kuat dalam penyelesaian tugas-tugas sulit penuh rintangan.

“Tiada hasil yang bagus tanpa mau bekerja keras”.

Inilah motto budaya kerja dari saya pribadi dalam menghadapi tugas dan pekerjaan yang saya hadapi. Mengapa Negara Jepang dan Jerman bisa maju negaranya dan menjadi Negara yang maju dan stabil sepanjang masa? Hal ini disebabkan oleh cara bekerja dari warga negara dan pekerja sehari-harinya. Mereka umumnya warga kelas dunia yang bertanggung jawab atas tugas yang dihadapi, gigih mengejar prestasi dan mempunyai rasa memiliki terhadap organisasi yang tinggi.

Kesimpulannya, segera buang semangat untuk bermalas-malasan, miliki prioritas pekerjaan, dan tetap konsisten membuat “daftar to do list”. Budaya kerja keras dan ulet menyelesaikan tugas hendaknya menjadi motto dalam kita berkarya di lapangan.

Berikut adalah contoh-contoh perbuatan yang perlu dibangun sebagai budaya kerja berprestasi demi meraih sukses:

  • Segera lakukan tindakan nyata, hindari slogan dan omong kosong.
  • Prioritaskan waktu Anda pada pekerjaan-perkerjaan utama.
  • Tidak lari dari prioritas pekerjaan jika Anda menghadapi kendala sulit.
  • Utamakan penyelesaian tugas-tugas yang mendukung pencapaian target.
  • Menepati janji, komitmen pada rencana kerja dan kesepakatan bersama.
  • Rela berkorban pada waktu dan sumber daya demi terlaksananya tujuan.

Junjung Tinggi Integritas dan Kejujuran
    Kemanapun teman-teman berkolaborasi dengan mitra bisnis dan rekan sekerja, mereka menuntut Anda bisa memberikan jaminan: mampu memegang janji, tidak melakukan penipuan, bisa dipercaya dan taat memenuhi kode etik yang disepakati, tidak lari dari tanggung jawab. Benar istilah kerennya integritas dan kejujuran sangat dituntut dalam pekerjaan, dan menjadi faktor utama untuk lulus test seleksi saat masuk di organisasi.

Kira-kira apa saja kemudian tindakan-tindakan yang bisa menjamin tegaknya integritas pak Adit?

Naaaah inilah pertanyaan yang sangat sering dipertanyakan oleh para mahasiswa di kampusku dahulu.

Saya katakan Integritas akan terbentuk jika kita mampu:

  • mengerjakan pekerjaan dengan benar untuk kepentingan organisasi walaupun tak ada orang yang melihat.
  • Memperlakukan rekan sekerja dan bawahan dengan baik dan sejajar, dimana bawahan bukan budak suruhan dari atasan.
  • Mengatakan hal-hal yang paling benar walaupun sulit dilakukan dan tidak populer dimata rekan sejawat.
  • Menghindari perbuatan curang dan korup.
  • Bersekongkol menjatuhkan pihak lawan atau pihak ketiga.
  • Memojokkan dan mempermalukan seseorang karena kita kecewa atas perbuatannya.
  • Menjaga kerahasiaan organisasi dalam pertukaran data dan informasi.
  • Mengedepankan budi pekerti dan etika sopan santun berorganisasi.
  • Menjaga perbuatan dan perkataan yang tidak berbeda dalam kenyataan.
  • Tidak melakukan penghianatan pada rekan kerja, atasan dan organisasi.
  • Tidak mengatas namakan kepentingan pribadi dan kelompok.
  • Tidak bisa disuap oleh uang dan jabatan, dan tidak gentar atas hilangnya jabatan.

Sepanjang kita mampu membangun integritas dalam pekerjaan sehari-harinya, dan bisa dipercaya oleh mitra kerja dan organisasi, semuanya akan mempermudah perjalanan karir Anda.

Bangunlah karakter sebagai “sosok yang jujur dan tidak bisa disalah-gunakan” sebagai motto hidup untuk memuluskan perjalanan karir Anda.

No comments:

Post a Comment

                                   TUGAS KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS Nama             : Nita Helmawati Nim                : 20.12.1515 Ke...